Organisasi kesehatan dunia (WHO) menekankan bahwa menyusui adalah salah satu kegiatan yang penting. Kegiatan menyusui ini harus didukung dan dipromosikan sehingga lebih banyak lagi ibu, anak dan keluarga yang mendapat manfaat baik dari menyusui. 

Dalam laman di situs WHO yang bertajuk “Protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services”, WHO telah membuat alasan-alasan kenapa menyusui itu penting sekaligus memberikan rekomendasi-rekomendasi terkait keberhasilan menyusui. Kebanyakan dari rekomendasi tersebut ditujukan pada fasilitas kesehatan. [1]

Pada suatu studi systematic review yang bertajuk “Breastfeeding education: where are we going? a systematic review article” menggunakan artikel yang terkait dengan kata kunci “Breastfeeding education”, Breastfeeding support”, and “Breastfeeding healthcare policy” dalam rentang waktu 1980 – 2015, para peneliti menemukan hasil bahwa fasilitas pelayanan kesehatan memegang peran penting dalam mengedukasi dan mendorong ibu untuk mulai dan melanjutkan menyusui. [2]

Merangkum beberapa hal tersebut, dapat dilihat bahwa fasilitas kesehatan memiliki peran penting untuk menuju keberhasilan menyusui dikarenakan beberapa hal berikut:

Fasilitas kesehatan sebagai tempat memperoleh informasi tentang menyusui

Fasilitas kesehatan sebagai tempat memperoleh informasi menyusui sebelum masa menyusui, saat menyusui dan pasca menyusui. Fasilitas kesehatan dapat menjadi sumber informasi yang lengkap dan terpercaya bagi ibu dan keluarga perihal menyusui.

Fasilitas kesehatan dapat menguatkan persepsi ibu dan keluarga bahwa menyusui itu penting

Seusai memberi informasi menyusui, fasilitas kesehatan dapat memperkuat persepsi ibu  dan keluarga teentang menyusui, terutama persepsi terhadap manfaatnya. Dengan melakukan edukasi yang konsisten dan juga bermodalkan kredibilitas orang-orang kesehatan yang ada di fasiltas kesehatan, tentunya fasilitas kesehatan mampu menjadi tempat untuk menguatkan persepsi bahwa menyusui itu penting dan perlu dilakukan.

Sebagai tempat praktik menyusui pertama kali

Saat melahirkan, praktik menyusui bisa dimulai. Hal ini menuntut fasilitas kesehatan wajib mendukung Sebagai tempat persalinan, kebanyakan fasilitas kesehatan akan menjadi tempat pertama praktik menyusui dilakukan. Pada saat inilah fasilitas kesehatan sangat berperan penting karena momen pertama menyusui merupakan momen langka dan momen yang sangat baik untuk  mengedukasi ibu dan keluarga agar ikut mundukung keberhasilan menyusui.

Fasilitas yang melaksanakan 10 LMKM (Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui) tentu akan sangat membantu praktik menyusui. [3] Alasan  inilah yang mendorong kenapa fasilitas kesehatan harus diupayakan menerapkan 10 LMKM dalam pelayanannya.

Tempat ‘membentuk’ kader-kader kompeten

Keberhasilan menyusu akan sulit tercapai jika hanya mengandalakan fasilitas kesehatan. Pembentukkan kader-kader adalah salah satu cara yang efektif karena akan melibatkan masyarakat dalam proses edukasinya. Edukasi yang berasal dari masyarakat cenderung akan lebih mudah diterima dan juga akan bertahan lebih lama.

Kader akan dapat menjadi perpanjangan tangan fasilitas kesehatan untuk mengedukasi secara lebih konsisten lagi masyarakat agar mengenal dan memahami manfaat menyusui secara lebih utuh.

Menyusui memiliki peran penting terhadap kehidupan ibu dan bayi, sudah banyak studi yang telah mengungkap bahwa menyusui membawa dampak baik pada ibu dan bayi, sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan. Namun belum semua ibu tepatnya setuju dengan ide ini, menyusui tidak menjadi pilihan pertama.

Masih banyaknya ibu yang belum mulai menyusui memerlukan dorongan yang lebih dekat dengan mereka, disinilah peran fasilitas kesehatan akan sangat vital. Faskes sangat dekat dengan masyarakat dan dapat menyentuh masyarakat langsung ke kehidupan mereka.

Dengan bersinerginya fasilitas kesehatan untuk mendukung menyusui, didukung oleh para pemegang kebijakan serta seluruh elemen masyarakat, maka angka menyusui dapat dipastikan akan mengalami peningkatan dan akan membawa dampak baik pada generasi penerus.

***

Sumber :

Burgio, M. A., Laganà, A. S., Sicilia, A., Porta, R. P., Porpora, M. G., FRANGEŽ, H. B., … & Triolo, O. (2016). Breastfeeding education: where are we going? a systematic review article. Iranian journal of public health, 45(8), 970. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5139977/

World Health Organization. 2019. Creating an environment in care facilities that supports breastfeeding. Diakses dari situs https://www.who.int/elena/titles/breastfeeding_care_facilities/en/ pada tanggal 14 Januari 2021.

Pramono, A. 2019. 10 langkah yang perlu RS lakukan untuk dukung ibu menyusui bayi. The Conversation. Diakses dari situs https://theconversation.com/10-langkah-yang-perlu-rs-lakukan-untuk-dukung-ibu-menyusui-bayi-113942 pada 14 Januari 2020.