2026-04-09
PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana mengapresiasi capaian dan kontribusi Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH., dalam mendorong pengembangan riset kesehatan masyarakat yang inklusif, khususnya dalam bidang HIV dan penguatan sistem kesehatan di Indonesia. Perjalanan Prof. Pande di bidang kesehatan masyarakat berawal dari pengalaman klinis sebagai dokter, yang kemudian membawanya pada pemahaman bahwa tantangan kesehatan tidak hanya berada pada tingkat individu, tetapi juga pada sistem yang lebih luas, termasuk akses layanan, kebijakan, dan ketimpangan kesehatan di masyarakat. Kesadaran ini mendorongnya untuk mendalami kesehatan masyarakat dan mengembangkan pendekatan berbasis bukti serta berorientasi pada komunitas.
Sejak awal kariernya, Prof. Pande aktif terlibat dalam berbagai program riset internasional, termasuk pelatihan penelitian epidemiologi di Kirby Institute, University of New South Wales (UNSW). Keterlibatan ini berkontribusi pada salah satu studi awal mengenai epidemiologi HIV di Provinsi Bali yang menunjukkan dinamika perubahan prevalensi pada berbagai populasi kunci. Temuan tersebut memberikan dasar penting dalam pengembangan strategi pencegahan yang lebih terarah dan berbasis data. Dalam perjalanan akademiknya, Prof. Pande juga menempuh pendidikan Doctor of Public Health (DrPH) di Flinders University dengan dukungan beasiswa kompetitif. Jejaring kolaborasi yang dibangun selama studi internasional tersebut terus berkembang dan menjadi fondasi penting dalam berbagai penelitian dan program yang dipimpinnya hingga saat ini.
Salah satu kontribusi signifikan beliau adalah keterlibatan dalam SeKSI Study (National Sexual Health Survey of Indonesia) yang menjadi studi penting dalam memahami perilaku dan tantangan kesehatan pada kelompok populasi kunci, termasuk laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (MSM) dan perempuan transgender. Studi ini menghasilkan wawasan kritis terkait tingginya prevalensi HIV serta tantangan stigma dan diskriminasi, yang kemudian menjadi dasar penguatan strategi intervensi yang lebih inklusif di Indonesia.
Sebagai akademisi dan pemimpin, Prof. Pande dikenal sebagai salah satu profesor termuda di bidang kesehatan masyarakat di Indonesia. Di Universitas Udayana, beliau memimpin Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan serta turut berperan dalam penguatan tata kelola akademik dan layanan kesehatan. Selain itu, melalui kepemimpinannya di CPHI, berbagai inisiatif riset terapan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan dan terstigma.
Kontribusi Prof. Pande dalam bidang riset juga tercermin dari lebih dari 180 publikasi ilmiah yang mencakup epidemiologi, model layanan berbasis komunitas, serta penguatan sistem kesehatan. Beberapa hasil penelitiannya bahkan turut berkontribusi dalam pengembangan kebijakan nasional, termasuk strategi test-and-treat HIV di Indonesia. Selain di bidang akademik, beliau juga aktif berkontribusi dalam penyusunan kebijakan melalui keterlibatan dalam panel ahli Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta berbagai kerja sama dengan organisasi internasional seperti UNAIDS dan DFAT dalam pengembangan inovasi layanan HIV, termasuk penguatan sistem self-testing dan layanan PrEP berbasis komunitas.
Melalui berbagai peran tersebut, Prof. Pande terus mendorong pentingnya kolaborasi lintas sektor, pendekatan multidisiplin, serta keterlibatan komunitas dalam setiap tahapan riset kesehatan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, CPHI Universitas Udayana berkembang sebagai pusat inovasi kesehatan masyarakat yang berfokus pada solusi berbasis bukti dan berdampak nyata. Ke depan, penguatan kolaborasi internasional tetap menjadi bagian penting dari arah pengembangan CPHI, termasuk kerja sama berkelanjutan dengan institusi seperti Kirby Institute UNSW dalam bidang riset, pendidikan, dan pengembangan kapasitas.
Artikel ini diadaptasi dari publikasi resmi Australia Awards. Untuk membaca artikel lengkap, silakan kunjungi tautan berikut:
👉 https://australiaawardsindonesia.org/news/detail/244000856/