Tim Peneliti PUI-PT Center for Public Health Innovation Universitas Udayana Perkenalkan RaCon Platform untuk Perkuat Pengendalian Rabies di Provinsi Bali
Denpasar, 29 Juli 2026 – Tim Peneliti PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI), Universitas Udayana memperkenalkan Rabies Control (RaCon) Platform, sebuah platform digital terintegrasi yang dikembangkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan rabies di Provinsi Bali. Pengenalan platform ini dilakukan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang diselenggarakan di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Rabies Provinsi Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Balai Besar Veteriner Denpasar, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, rumah sakit rujukan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pengembangan sistem data rabies terintegrasi merupakan salah satu prioritas Satgas Penanggulangan Rabies Provinsi Bali. Sistem ini diharapkan mampu menghubungkan data lintas sektor hingga ke tingkat desa melalui Tim Siaga Rabies (TISIRA) sehingga proses deteksi dini, pelaporan kasus, respons cepat, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Sebagai bagian dari agenda rapat, Ngakan Putu Anom Harjana, S.KM., M.A, selaku peneliti dari PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana, mempresentasikan Rabies Control (RaCon) Platform yang didampingi oleh Dr. drh. I Made Subrata, M.Erg. Pada kesempatan tersebut, tim memaparkan konsep pengembangan platform digital berbasis One Health yang mengintegrasikan data kesehatan manusia, kesehatan hewan, serta faktor lingkungan dalam satu ekosistem informasi yang terhubung.
RaCon Platform dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional pengendalian rabies, di antaranya pencatatan dan pelaporan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR), pemantauan kasus rabies pada manusia dan hewan, surveilans terpadu, dashboard analitik secara real-time, sistem peringatan dini (early warning system), pemantauan cakupan vaksinasi hewan, serta koordinasi lintas sektor mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, puskesmas, rumah sakit, puskeswan, desa, hingga Tim Siaga Rabies (TISIRA).
Dalam pemaparannya, Ngakan Putu Anom Harjana menjelaskan bahwa RaCon Platform dikembangkan sebagai fondasi transformasi digital pengendalian rabies di Bali. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem pelaporan, tetapi juga sebagai decision support system yang menyediakan analisis spasial, pemantauan indikator program, integrasi data lintas sektor, serta dashboard eksekutif untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis bukti.
Dr. drh. I Made Subrata, M.Erg. menambahkan bahwa pengembangan platform ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas disiplin antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat. Pendekatan One Health diharapkan mampu meningkatkan efektivitas surveilans, mempercepat respons terhadap kasus rabies, dan mendukung target eliminasi rabies di Provinsi Bali.
Sesuai hasil rapat koordinasi Satgas Penanggulangan Rabies Provinsi Bali, pengembangan proses bisnis sistem akan diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, sedangkan pengembangan infrastruktur digital dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali. Tim Peneliti PUI-PT Center for Public Health Innovation Universitas Udayana akan berkontribusi dalam pengembangan konsep platform, arsitektur sistem, integrasi data, serta dashboard analitik sebagai bagian dari penguatan transformasi digital sektor kesehatan berbasis One Health.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan RaCon Platform dapat menjadi fondasi sistem informasi rabies terintegrasi di Provinsi Bali yang mampu memperkuat surveilans, meningkatkan kecepatan respons terhadap kejadian rabies, memperbaiki koordinasi antarinstansi, serta mendukung penyusunan kebijakan berbasis data dalam rangka mewujudkan eliminasi rabies secara berkelanjutan.
Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen PUI-PT Center for Public Health Innovation Universitas Udayana dalam menghadirkan inovasi digital yang mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dokter hewan, dan masyarakat dengan mengedepankan pendekatan One Health.