Tim Peneliti RWB Denpasar Selenggarakan Training of Trainers untuk Memperkuat Implementasi Participatory Action Research

2026-06-14

Denpasar, 14 Juni 2026 – Tim Peneliti Relational Wellbeing (RWB) Denpasar yang merupakan kolaborasi antara Center for Public Health Innovation (CPHI), Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) sebagai langkah awal dalam mempersiapkan implementasi penelitian berbasis Participatory Action Research (PAR).

Kegiatan ini diikuti oleh tim peneliti dan fasilitator yang akan mendampingi keterlibatan pemuda sebagai co-researcher dalam penelitian yang berfokus pada hubungan antara perubahan iklim dan relational wellbeing (kesejahteraan relasional) generasi muda. Melalui pendekatan PAR, pemuda tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam mengidentifikasi isu, merumuskan pertanyaan penelitian, menghasilkan data, hingga menyusun rekomendasi aksi.

Training of Trainers bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kapasitas tim dalam menerapkan metode penelitian yang partisipatif, inklusif, dan sensitif terhadap konteks lokal. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep Relational Wellbeing (RWB), prinsip-prinsip dasar Participatory Action Research, serta berbagai metode partisipatif yang akan digunakan dalam penelitian, seperti lived experience mapping, photovoice, story circle, dan teknik fasilitasi dialog kolaboratif.

Selain memperdalam aspek metodologis, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan proses penelitian yang menghargai pengalaman hidup pemuda dan mendorong lahirnya solusi yang relevan dengan kebutuhan komunitas.

Kolaborasi antara CPHI, Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana diharapkan dapat memperkuat pendekatan multidisiplin dalam memahami dampak perubahan iklim terhadap kehidupan pemuda, baik dari aspek sosial, kesehatan, lingkungan, maupun kesejahteraan relasional.

Melalui penyelenggaraan ToT ini, tim peneliti optimis bahwa proses penelitian yang akan berlangsung dapat menghasilkan pengetahuan yang lebih kontekstual sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam membangun ketahanan komunitas terhadap tantangan perubahan iklim.