CPHI Universitas Udayana Perkuat Unit Bisnis Jasa dan Ekosistem Pemanfaatan Inovasi melalui Pengembangan Layanan Survei dan Konsultasi

2026-08-18

Denpasar – PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Penguatan Unit Bisnis Jasa dan Ekosistem Pemanfaatan Inovasi PUI-PT pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan pertemuan luring bertempat di PUI-PT CPHI Universitas Udayana, Gedung LPPM Universitas Udayana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya CPHI dalam mengembangkan dan memperkuat unit bisnis jasa berbasis bukti, khususnya Unit Layanan Survei & Konsultasi Kesehatan Masyarakat. Penguatan unit layanan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan kompetensi dan hasil riset agar dapat diterjemahkan menjadi layanan yang terstruktur, berkualitas, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi berbagai pemangku kepentingan.

Pertemuan melibatkan pimpinan, konsultan, peneliti, koordinator unit layanan, serta tim pendukung operasional PUI-PT CPHI Universitas Udayana. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar mengenai arah penguatan unit bisnis jasa CPHI, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai layanan survei dan konsultasi yang telah maupun berpotensi dikembangkan.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) internal, konsultan dan peneliti CPHI bersama-sama melakukan identifikasi serta menyepakati berbagai jasa tambahan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari portofolio layanan CPHI. Pengembangan tersebut mencakup berbagai bidang survei kesehatan masyarakat, antara lain survei perilaku dan determinan perilaku, survei epidemiologi, survei lingkungan dan WASH, survei layanan kesehatan, serta survei kesehatan karyawan.

Diskusi juga diarahkan pada penyusunan katalog layanan yang lebih terstruktur, termasuk deskripsi layanan, value proposition, paket layanan, hingga komponen awal tarif. Selain itu, penguatan unit bisnis juga mencakup standardisasi proses layanan secara menyeluruh, mulai dari penerimaan permintaan dan penentuan ruang lingkup pekerjaan, penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, quality assurance, hingga pelaporan dan dokumentasi hasil.

Pada sesi berikutnya, kegiatan menghadirkan dr. Trihono dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyampaikan materi mengenai Survei Kepuasan Masyarakat dan keterkaitannya dengan Integrasi Layanan Primer (ILP). Pemaparan tersebut menjadi bagian dari penguatan wawasan tim dalam mengembangkan layanan survei dan konsultasi yang relevan dengan kebutuhan sistem dan pelayanan kesehatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama konsultan dan peneliti serta pleno untuk merangkum hasil pembahasan. Melalui proses ini, CPHI berupaya membangun fondasi layanan yang tidak hanya berbasis pada kapasitas keilmuan dan pengalaman penelitian, tetapi juga memiliki proses kerja yang terstandar dan mampu menjawab kebutuhan mitra secara profesional.

Penguatan Unit Layanan Survei & Konsultasi Kesehatan Masyarakat juga diharapkan dapat menghasilkan berbagai perangkat pendukung, seperti katalog dan paket layanan, standar operasional prosedur (SOP), mekanisme quality assurance, format pelaporan, dokumen administrasi proyek, serta pengembangan jejaring kemitraan dan calon pengguna layanan.

Melalui kegiatan ini, CPHI Universitas Udayana terus mendorong hilirisasi hasil riset dan kompetensi kesehatan masyarakat menjadi layanan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi, maupun berbagai mitra lainnya. Penguatan unit bisnis jasa dan ekosistem pemanfaatan inovasi diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kelembagaan sekaligus memperluas implementasi dan dampak inovasi kesehatan masyarakat berbasis bukti.