Mellysa Kowara Raih Penghargaan Best Presenter Kategori Peneliti Muda pada SVRI Forum 2026 di Bangkok

2026-10-05

Bangkok – Mellysa Kowara, peneliti dari Universitas Udayana, berhasil meraih penghargaan Best Presenter – Kategori Peneliti Muda dalam ajang internasional Sexual Violence Research Initiative (SVRI) Forum 2026 yang diselenggarakan pada 5–9 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand. Penghargaan tersebut diraih melalui presentasi penelitian berjudul “Invisible by Design: Structural Barriers to Safe Spaces for LGBTQI+ Communities in GBV Prevention in Indonesia.”

SVRI Forum 2026 merupakan forum internasional yang mempertemukan sekitar 1.500 peneliti, akademisi, praktisi, dan aktivis dari berbagai negara yang berfokus pada upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender (KBG). Forum ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan hasil penelitian untuk memperkuat pendekatan berbasis bukti dalam mencegah kekerasan serta meningkatkan perlindungan dan dukungan bagi penyintas.

Dalam forum tersebut, Mellysa mempresentasikan penelitian yang mengkaji berbagai hambatan struktural terhadap terciptanya ruang aman bagi komunitas LGBTQI+ dalam konteks pencegahan kekerasan berbasis gender di Indonesia. Penelitian ini menyoroti bagaimana kurangnya pengakuan terhadap keragaman gender dan seksual dalam kebijakan maupun sistem layanan perlindungan dapat menciptakan hambatan bagi komunitas LGBTQI+, khususnya individu yang mengalami kekerasan berbasis gender.

Temuan penelitian tersebut menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan kebutuhan dan pengalaman kelompok yang beragam dalam pengembangan kebijakan serta layanan perlindungan. Pendekatan yang inklusif diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk mereka yang menghadapi hambatan struktural dalam mengakses layanan.

Penghargaan Best Presenter – Kategori Peneliti Muda yang diterima Mellysa menjadi bentuk apresiasi terhadap presentasi penelitian yang disampaikan dalam forum internasional tersebut. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan kontribusi peneliti Universitas Udayana dalam mengangkat isu-isu kesehatan masyarakat, kesetaraan, dan perlindungan kelompok rentan ke dalam diskusi ilmiah di tingkat global.

Melalui partisipasi dan pencapaian ini, Universitas Udayana terus berkontribusi dalam pengembangan serta diseminasi pengetahuan ilmiah yang relevan dengan tantangan sosial dan kesehatan masyarakat. Hasil penelitian yang dipresentasikan diharapkan dapat memperkaya diskusi dan menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan serta layanan pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender yang lebih inklusif, responsif, dan berkeadilan di Indonesia.