2026-08-20
Badung – PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana turut berkontribusi dalam Pertemuan Koordinasi dan Terintegrasi dalam rangka Peningkatan Kualitas Program Imunisasi dan Surveilans Penyakit Potensial KLB/Wabah yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Badung pada 19–20 Agustus 2026 di Aston Kuta Hotel and Residence, Badung, Bali.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah di Kabupaten Badung, sekaligus mendukung peningkatan kualitas program imunisasi dan surveilans. Pertemuan menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk memperkuat kesiapsiagaan serta menyelaraskan peran berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Badung.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua PUI-PT CPHI Universitas Udayana, Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH., hadir sebagai salah satu narasumber. Prof. Pande menyampaikan materi bertajuk “Analisis Kebijakan Pembiayaan Kesehatan pada Program Imunisasi dan Situasi KLB di Kabupaten Badung” pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Melalui materi tersebut, pembahasan diarahkan pada aspek kebijakan pembiayaan kesehatan dalam mendukung pelaksanaan program imunisasi serta penanganan situasi KLB di Kabupaten Badung. Topik ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pertemuan mengingat keberlanjutan program kesehatan tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis, tetapi juga dukungan kebijakan dan pembiayaan yang memadai.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan membahas berbagai isu strategis terkait imunisasi dan surveilans penyakit. Agenda mencakup situasi terkini penyakit infeksi emerging, kesiapan sektor pendidikan dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), peningkatan cakupan imunisasi rutin, kewaspadaan dini terhadap leptospirosis, pemanfaatan dana desa untuk mendukung program imunisasi dan surveilans berbasis masyarakat, hingga rencana kontingensi dalam menghadapi bencana alam dan nonalam.
Pembahasan pada hari kedua juga mencakup penguatan komunikasi publik untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi dan surveilans penyakit, kekebalan kelompok atau herd immunity, tindak lanjut pemetaan risiko penyakit infeksi emerging di Provinsi Bali, serta kesiapan dalam menanggulangi penyakit potensial KLB, termasuk penyakit zoonosis dan tular vektor.
Pertemuan ini melibatkan sebanyak 116 peserta dari berbagai unsur lintas sektor, antara lain pemerintah daerah, rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, organisasi profesi, unsur desa dan kelurahan, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Badung.
Keterlibatan CPHI Universitas Udayana dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan kebijakan dan program kesehatan masyarakat berbasis bukti. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, CPHI diharapkan dapat terus mendukung pengembangan program imunisasi, penguatan sistem surveilans, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB atau wabah di masyarakat.