Prof. Pande Putu Januraga Menjadi Speaker pada 15th Key Populations Community of Practice

2026-09-23

Denpasar – Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH, Ketua PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana, menjadi speaker dalam 15th Key Populations Community of Practice (KP CoP) yang mengangkat tema “Unpacking the Global AIDS Strategy 2026–2031 for HIV Prevention Programming with Key Populations.” Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual pada 23 September 2026 oleh Global HIV Prevention Coalition Plus (GPC+), UNAIDS, dan South to South Learning Network (SSLN). 

Key Populations Community of Practice merupakan forum yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaksana program, donor, serta jejaring populasi kunci dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman, pembelajaran, dan praktik dalam memperkuat program bagi populasi kunci. Forum ini juga menjadi ruang pertukaran antarpeserta dan antarnegara terkait pengembangan program, implementasi, monitoring dan evaluasi, hingga keterlibatan komunitas. 

Pertemuan ke-15 ini secara khusus membahas Global AIDS Strategy 2026–2031 dan relevansinya terhadap program pencegahan HIV bagi populasi kunci. Strategi tersebut berfokus pada tiga prioritas utama, yaitu mempertahankan respons HIV yang dipimpin negara dan tangguh, menghadirkan layanan yang berpusat pada masyarakat dengan berlandaskan kesetaraan, martabat, dan akses, serta memperkuat kepemimpinan komunitas. Strategi ini turut menekankan pembiayaan yang berkelanjutan dan terdiversifikasi, penguatan sistem kesehatan dan komunitas, layanan HIV yang terintegrasi, pencegahan kombinasi, akses yang setara terhadap inovasi, serta penanganan stigma, diskriminasi, ketidaksetaraan gender, dan hambatan hukum. 

Dalam rangkaian Country and Constituency Presentations and Discussions, perwakilan negara dan konstituen berbagi pengalaman praktis terkait implementasi prioritas Global AIDS Strategy 2026–2031. Diskusi diarahkan untuk menggali tantangan yang dihadapi serta berbagai pendekatan yang berpotensi dipelajari atau diadaptasi dalam konteks negara lain. 

Keterlibatan Prof. Pande dalam forum ini membawa perspektif Indonesia ke dalam ruang diskusi global mengenai masa depan pencegahan HIV bagi populasi kunci. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertukar pembelajaran mengenai bagaimana strategi global dapat diterjemahkan ke dalam perencanaan, program, dan advokasi yang relevan dengan konteks masing-masing negara.

Melalui partisipasi dalam forum internasional ini, CPHI Universitas Udayana terus memperkuat kontribusi akademik dan pertukaran pengetahuan dalam pengembangan respons HIV yang berbasis bukti, berorientasi pada kebutuhan populasi kunci, serta mendukung kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan mitra dalam upaya menuju berakhirnya AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat.