Regional Findings Presentation and Sharing Perkuat Sintesis Temuan Riset Relational Wellbeing dan Ketahanan Iklim Pemuda

2026-09-17

Denpasar – PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana menyelenggarakan pertemuan konsorsium “Regional Findings Presentation and Sharing” pada 17–18 September 2026 di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian “Relational Wellbeing (RWB) to Bolster Climate Resilience in Indonesian Youth”, yang berfokus pada pemahaman mengenai kesejahteraan relasional dan ketahanan pemuda dalam menghadapi perubahan iklim.

Pertemuan ini mempertemukan tim RWB dari Universitas Udayana, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, SPEAK Indonesia, dan Kolaborasi Bumi Indonesia. Para peserta berbagi temuan, pengalaman, serta pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan Participatory Action Research (PAR) di berbagai wilayah sebagai bagian dari proses membangun pemahaman bersama terhadap temuan penelitian.

Sebelum pertemuan, setiap tim kota telah mempersiapkan tema-tema yang ditemukan selama proses penelitian dalam bentuk sticky notes. Dalam sesi bersama, berbagai temuan dari Denpasar, Yogyakarta, dan Jakarta kemudian dipetakan dan dikelompokkan untuk mengidentifikasi keterkaitan, persamaan, perbedaan, serta pola yang muncul lintas wilayah. Proses tersebut membantu konsorsium melihat bagaimana pengalaman pemuda dalam menghadapi perubahan iklim berkaitan dengan berbagai dimensi dalam Relational Wellbeing.

Pertemuan tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian dari masing-masing daerah. Melalui proses refleksi, collective sense-making, dan co-design, peserta secara bersama-sama menginterpretasikan dan menghubungkan berbagai temuan penelitian untuk menghasilkan sintesis lintas daerah. Proses kolaboratif ini juga mencakup pembahasan mengenai ruang lingkup manuskrip studi kualitatif serta pengembangan tahap penelitian berikutnya.

Pada tahap selanjutnya, konsorsium mendiskusikan kerangka studi kuantitatif, tema-tema prioritas, serta indikator yang dapat digunakan untuk memperdalam temuan yang telah diperoleh melalui PAR. Dengan demikian, hasil penelitian kualitatif tidak berhenti sebagai temuan di masing-masing wilayah, tetapi menjadi dasar untuk membangun kerangka penelitian yang dapat menangkap pengalaman pemuda dalam konteks yang lebih luas.

Melalui proses tersebut, konsorsium berupaya memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana faktor personal, sosial, dan lingkungan saling berhubungan dalam membentuk kesejahteraan pemuda serta kapasitas mereka dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Perbedaan konteks sosial, budaya, dan lingkungan di setiap wilayah menjadi bagian penting dalam memahami keragaman pengalaman dan strategi adaptasi pemuda.

Hasil dari Regional Findings Presentation and Sharing selanjutnya menjadi landasan bagi pengembangan penelitian yang semakin kontekstual, partisipatif, dan berakar pada pengalaman serta perspektif pemuda. Melalui kolaborasi lintas institusi dan wilayah, penelitian RWB diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih kuat mengenai hubungan antara kesejahteraan relasional dan ketahanan iklim di kalangan pemuda Indonesia.