2026-07-12
Denpasar, 12 Juli 2026 – Tim Peneliti Relational Wellbeing (RWB) Denpasar kembali menyelenggarakan Pertemuan Kedua Participatory Action Research (PAR) sebagai lanjutan dari rangkaian penelitian mengenai hubungan antara perubahan iklim dan kesejahteraan relasional (Relational Wellbeing) pemuda di Kota Denpasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Center for Public Health Innovation (CPHI), Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana.
Mengusung semangat kolaborasi dan partisipasi aktif, pertemuan kedua difokuskan pada proses co-creating research focus, yaitu menyusun fokus penelitian, merumuskan pertanyaan penelitian, serta merancang metode penelitian bersama para pemuda yang berperan sebagai co-researchers.
Kegiatan diawali dengan sesi refleksi terhadap hasil diskusi pada pertemuan pertama. Bersama tim peneliti, peserta kembali mengulas berbagai isu prioritas perubahan iklim yang telah diidentifikasi sebelumnya serta mendiskusikan makna kesejahteraan (wellbeing) dari perspektif mereka sebagai orang muda. Refleksi ini menjadi dasar untuk memastikan bahwa penelitian dikembangkan berdasarkan pengalaman hidup (lived experiences) dan kebutuhan nyata yang dirasakan oleh peserta.
Selanjutnya, peserta secara aktif berdiskusi untuk menyepakati fokus penelitian yang paling relevan dengan kondisi pemuda di Kota Denpasar. Berbagai gagasan yang muncul kemudian diterjemahkan menjadi pertanyaan penelitian yang mencerminkan pengalaman pemuda dalam memaknai kesejahteraan, memahami pengaruh perubahan iklim terhadap kehidupan mereka, serta mengidentifikasi strategi adaptasi dan ketangguhan yang dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Selain menyusun pertanyaan penelitian, peserta bersama tim peneliti juga merancang metode Participatory Action Research (PAR) yang akan digunakan pada tahapan berikutnya. Berbagai pendekatan partisipatif seperti photovoice, story circles, participatory mapping, dan wawancara partisipatif didiskusikan untuk menentukan metode yang paling sesuai dalam menggali pengalaman serta perspektif pemuda terkait perubahan iklim dan kesejahteraan relasional.
Proses diskusi berlangsung secara interaktif dengan menempatkan seluruh peserta sebagai mitra sejajar dalam penelitian. Pendekatan ini memberikan ruang bagi setiap peserta untuk menyampaikan ide, pengalaman, serta rekomendasi yang akan menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses penelitian.
Melalui pertemuan kedua ini, Tim Peneliti RWB Denpasar semakin memperkuat komitmennya untuk mengembangkan penelitian yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman hidup pemuda. Dengan melibatkan generasi muda sejak tahap perumusan fokus penelitian hingga penyusunan metode, diharapkan hasil penelitian tidak hanya menghasilkan bukti ilmiah yang kontekstual, tetapi juga mendorong lahirnya solusi dan aksi bersama dalam meningkatkan ketahanan pemuda menghadapi dampak perubahan iklim.
Rangkaian kegiatan Participatory Action Research akan terus berlanjut pada tahap berikutnya, yaitu pengumpulan data partisipatif, di mana para pemuda akan mulai mendokumentasikan pengalaman mereka melalui metode yang telah disepakati bersama sebagai bagian dari proses penelitian.