2026-08-20
Badung – PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana turut berkontribusi dalam Pertemuan Koordinasi dan Terintegrasi dalam rangka Peningkatan Kualitas Program Imunisasi dan Surveilans Penyakit Potensial KLB/Wabah yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Badung pada 19–20 Agustus 2026 di Aston Kuta Hotel and Residence, Badung, Bali. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah di Kabupaten Badung, sekaligus mendukung peningkatan kualitas program imunisasi dan surveilans. Pertemuan menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk memperkuat kesiapsiagaan serta menyelaraskan peran berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Badung. Dalam kegiatan tersebut, Ketua PUI-PT CPHI Universitas Udayana, Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH., hadir sebagai salah satu narasumber. Prof. Pande menyampaikan materi bertajuk “Analisis Kebijakan Pembiayaan Kesehatan pada Program Imunisasi dan Situasi KLB di Kabupaten Badung” pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, Kamis, 20 Agustus 2026. Melalui materi tersebut, pembahasan diarahkan pada aspek kebijakan pembiayaan kesehatan dalam mendukung pelaksanaan program imunisasi serta penanganan situasi KLB di Kabupaten Badung. Topik ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pertemuan mengingat keberlanjutan program kesehatan tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis, tetapi juga dukungan kebijakan dan pembiayaan yang memadai. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan membahas berbagai isu strategis terkait imunisasi dan surveilans penyakit. Agenda mencakup situasi terkini penyakit infeksi emerging, kesiapan sektor pendidikan dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), peningkatan cakupan imunisasi rutin, kewaspadaan dini terhadap leptospirosis, pemanfaatan dana desa untuk mendukung program imunisasi dan surveilans berbasis masyarakat, hingga rencana kontingensi dalam menghadapi bencana alam dan nonalam. Pembahasan pada hari kedua juga mencakup penguatan komunikasi publik untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi dan surveilans penyakit, kekebalan kelompok atau herd immunity, tindak lanjut pemetaan risiko penyakit infeksi emerging di Provinsi Bali, serta kesiapan dalam menanggulangi penyakit potensial KLB, termasuk penyakit zoonosis dan tular vektor. Pertemuan ini melibatkan sebanyak 116 peserta dari berbagai unsur lintas sektor, antara lain pemerintah daerah, rumah sakit pemerintah dan swasta, puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, organisasi profesi, unsur desa dan kelurahan, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Badung. Keterlibatan CPHI Universitas Udayana dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan kebijakan dan program kesehatan masyarakat berbasis bukti. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, CPHI diharapkan dapat terus mendukung pengembangan program imunisasi, penguatan sistem surveilans, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB atau wabah di masyarakat.
2026-08-18
Denpasar – PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana melaksanakan kegiatan Penguatan Unit Bisnis Jasa dan Ekosistem Pemanfaatan Inovasi PUI-PT pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan pertemuan luring bertempat di PUI-PT CPHI Universitas Udayana, Gedung LPPM Universitas Udayana. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya CPHI dalam mengembangkan dan memperkuat unit bisnis jasa berbasis bukti, khususnya Unit Layanan Survei & Konsultasi Kesehatan Masyarakat. Penguatan unit layanan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pemanfaatan kompetensi dan hasil riset agar dapat diterjemahkan menjadi layanan yang terstruktur, berkualitas, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan melibatkan pimpinan, konsultan, peneliti, koordinator unit layanan, serta tim pendukung operasional PUI-PT CPHI Universitas Udayana. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar mengenai arah penguatan unit bisnis jasa CPHI, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai layanan survei dan konsultasi yang telah maupun berpotensi dikembangkan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) internal, konsultan dan peneliti CPHI bersama-sama melakukan identifikasi serta menyepakati berbagai jasa tambahan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari portofolio layanan CPHI. Pengembangan tersebut mencakup berbagai bidang survei kesehatan masyarakat, antara lain survei perilaku dan determinan perilaku, survei epidemiologi, survei lingkungan dan WASH, survei layanan kesehatan, serta survei kesehatan karyawan. Diskusi juga diarahkan pada penyusunan katalog layanan yang lebih terstruktur, termasuk deskripsi layanan, value proposition, paket layanan, hingga komponen awal tarif. Selain itu, penguatan unit bisnis juga mencakup standardisasi proses layanan secara menyeluruh, mulai dari penerimaan permintaan dan penentuan ruang lingkup pekerjaan, penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, quality assurance, hingga pelaporan dan dokumentasi hasil. Pada sesi berikutnya, kegiatan menghadirkan dr. Trihono dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyampaikan materi mengenai Survei Kepuasan Masyarakat dan keterkaitannya dengan Integrasi Layanan Primer (ILP). Pemaparan tersebut menjadi bagian dari penguatan wawasan tim dalam mengembangkan layanan survei dan konsultasi yang relevan dengan kebutuhan sistem dan pelayanan kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama konsultan dan peneliti serta pleno untuk merangkum hasil pembahasan. Melalui proses ini, CPHI berupaya membangun fondasi layanan yang tidak hanya berbasis pada kapasitas keilmuan dan pengalaman penelitian, tetapi juga memiliki proses kerja yang terstandar dan mampu menjawab kebutuhan mitra secara profesional. Penguatan Unit Layanan Survei & Konsultasi Kesehatan Masyarakat juga diharapkan dapat menghasilkan berbagai perangkat pendukung, seperti katalog dan paket layanan, standar operasional prosedur (SOP), mekanisme quality assurance, format pelaporan, dokumen administrasi proyek, serta pengembangan jejaring kemitraan dan calon pengguna layanan. Melalui kegiatan ini, CPHI Universitas Udayana terus mendorong hilirisasi hasil riset dan kompetensi kesehatan masyarakat menjadi layanan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi, maupun berbagai mitra lainnya. Penguatan unit bisnis jasa dan ekosistem pemanfaatan inovasi diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kelembagaan sekaligus memperluas implementasi dan dampak inovasi kesehatan masyarakat berbasis bukti.
2026-07-30
Denpasar, 30 Juli 2026 – PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana menerima kunjungan Dr. Thomas Stubbs, Senior Research Officer dari Burnet Institute, Australia. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan aktivitas dan fokus penelitian CPHI sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan serta peluang kolaborasi di bidang kesehatan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Dr. Thomas Stubbs berdiskusi bersama tim CPHI mengenai berbagai isu dan pendekatan dalam penelitian kesehatan masyarakat, termasuk penelitian yang melibatkan remaja dan anak muda, penelitian berbasis komunitas, serta global health. Pertemuan juga menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman terkait pengembangan penelitian, implementasi, dan evaluasi program kesehatan. Sebagai lembaga yang berfokus pada inovasi kesehatan masyarakat, CPHI Universitas Udayana terus mengembangkan penelitian yang responsif terhadap berbagai tantangan kesehatan di tingkat lokal, nasional, maupun global. Pendekatan kolaboratif dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan berdampak bagi masyarakat. Kunjungan ini juga membuka peluang untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara CPHI Universitas Udayana dan Burnet Institute, khususnya dalam pengembangan penelitian dan penguatan kapasitas peneliti. Melalui pertemuan dan pertukaran pengetahuan seperti ini, CPHI Universitas Udayana berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional serta mendorong kolaborasi yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Tentang Burnet Institute Burnet Institute merupakan lembaga penelitian kesehatan masyarakat dan ilmu kedokteran yang berbasis di Australia dan bekerja pada berbagai isu kesehatan di tingkat global, termasuk kesehatan remaja, penyakit menular, kesehatan masyarakat, serta pengembangan dan evaluasi intervensi kesehatan.
2026-07-29
Denpasar, 29 Juli 2026 – Tim Peneliti PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI), Universitas Udayana memperkenalkan Rabies Control (RaCon) Platform, sebuah platform digital terintegrasi yang dikembangkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan rabies di Provinsi Bali. Pengenalan platform ini dilakukan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang diselenggarakan di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Rabies Provinsi Bali. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Balai Besar Veteriner Denpasar, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, rumah sakit rujukan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pengembangan sistem data rabies terintegrasi merupakan salah satu prioritas Satgas Penanggulangan Rabies Provinsi Bali. Sistem ini diharapkan mampu menghubungkan data lintas sektor hingga ke tingkat desa melalui Tim Siaga Rabies (TISIRA) sehingga proses deteksi dini, pelaporan kasus, respons cepat, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif. Sebagai bagian dari agenda rapat, Ngakan Putu Anom Harjana, S.KM., M.A, selaku peneliti dari PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana, mempresentasikan Rabies Control (RaCon) Platform yang didampingi oleh Dr. drh. I Made Subrata, M.Erg. Pada kesempatan tersebut, tim memaparkan konsep pengembangan platform digital berbasis One Health yang mengintegrasikan data kesehatan manusia, kesehatan hewan, serta faktor lingkungan dalam satu ekosistem informasi yang terhubung. RaCon Platform dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional pengendalian rabies, di antaranya pencatatan dan pelaporan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR), pemantauan kasus rabies pada manusia dan hewan, surveilans terpadu, dashboard analitik secara real-time, sistem peringatan dini (early warning system), pemantauan cakupan vaksinasi hewan, serta koordinasi lintas sektor mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, puskesmas, rumah sakit, puskeswan, desa, hingga Tim Siaga Rabies (TISIRA). Dalam pemaparannya, Ngakan Putu Anom Harjana menjelaskan bahwa RaCon Platform dikembangkan sebagai fondasi transformasi digital pengendalian rabies di Bali. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem pelaporan, tetapi juga sebagai decision support system yang menyediakan analisis spasial, pemantauan indikator program, integrasi data lintas sektor, serta dashboard eksekutif untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis bukti. Dr. drh. I Made Subrata, M.Erg. menambahkan bahwa pengembangan platform ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas disiplin antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat. Pendekatan One Health diharapkan mampu meningkatkan efektivitas surveilans, mempercepat respons terhadap kasus rabies, dan mendukung target eliminasi rabies di Provinsi Bali. Sesuai hasil rapat koordinasi Satgas Penanggulangan Rabies Provinsi Bali, pengembangan proses bisnis sistem akan diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, sedangkan pengembangan infrastruktur digital dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali. Tim Peneliti PUI-PT Center for Public Health Innovation Universitas Udayana akan berkontribusi dalam pengembangan konsep platform, arsitektur sistem, integrasi data, serta dashboard analitik sebagai bagian dari penguatan transformasi digital sektor kesehatan berbasis One Health. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan RaCon Platform dapat menjadi fondasi sistem informasi rabies terintegrasi di Provinsi Bali yang mampu memperkuat surveilans, meningkatkan kecepatan respons terhadap kejadian rabies, memperbaiki koordinasi antarinstansi, serta mendukung penyusunan kebijakan berbasis data dalam rangka mewujudkan eliminasi rabies secara berkelanjutan. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen PUI-PT Center for Public Health Innovation Universitas Udayana dalam menghadirkan inovasi digital yang mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dokter hewan, dan masyarakat dengan mengedepankan pendekatan One Health.
2026-07-28
Denpasar - Tim Peneliti Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana tengah mengembangkan Rabies Control (RaCon), sebuah platform pengendalian rabies berbasis masyarakat yang dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan rabies di Provinsi Bali. Sebagai langkah awal pengembangan, tim peneliti menggelar diskusi bersama Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., yang memberikan berbagai masukan strategis terkait penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian rabies di Bali. Platform RaCon diharapkan menjadi inovasi digital yang mampu mendukung pelaporan, pemantauan, edukasi masyarakat, serta koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem pengendalian rabies yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Tim Peneliti PUI-PT CPHI Universitas Udayana akan melakukan koordinasi lanjutan bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (KOMINFO) Provinsi Bali serta Pemerintah Provinsi Bali untuk mempersiapkan rencana implementasi Platform RaCon di wilayah-wilayah prioritas rabies. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital dalam pengendalian rabies sekaligus mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Bali yang bebas rabies melalui pendekatan berbasis data, teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat.
2026-07-27
Denpasar - Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana turut berkontribusi dalam penyusunan Pedoman Kerja Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKD/K) untuk Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah dokumen acuan nasional yang resmi diluncurkan pada Upacara Pembukaan Leimena Conference 2026, Senin, 27 Juli 2026, di Widya Graha BRIN, Jakarta. Peluncuran pedoman ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Kegiatan Diseminasi Best Practice Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan RI. Prosesi peluncuran turut disaksikan oleh jajaran pejabat lintas kementerian dan lembaga, termasuk perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kepala BRIN, Ketua Komisi IX DPR RI, Duta Besar Australia untuk Indonesia, WHO WPRO, serta Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI. Dalam kegiatan ini, Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer menunjuk Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes. DrPH sebagai Konsultan Penyusunan Pedoman Kerja UPKD/K untuk Implementasi ILP. Penyusunan pedoman turut dikerjakan bersama tim CPHI Universitas Udayana, yaitu Dr. dr. Ni Made Sri Nopiyani, MPH dan Betty Oktaviana, S.Keb., Bd., M.K.M. Latar Belakang Pedoman Penyusunan pedoman ini merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, yang menata ulang penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer agar merata, bermutu, dan terjangkau hingga ke tingkat desa/kelurahan. Salah satu mandat utama dari regulasi tersebut adalah penataan unit pelayanan kesehatan di desa/kelurahan dengan nomenklatur baru, yaitu UPKD/K. UPKD/K diproyeksikan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar sekaligus mengoordinasikan upaya kesehatan berbasis masyarakat dengan dukungan kader kesehatan. Pelayanan kesehatan primer yang diselenggarakan melalui UPKD/K diarahkan untuk mencapai tiga tujuan utama: pemenuhan kebutuhan kesehatan pada setiap fase kehidupan; perbaikan determinan kesehatan, baik determinan sosial, ekonomi, komersial, maupun lingkungan; serta penguatan kesehatan perseorangan, keluarga, dan masyarakat. Sebagai simpul yang menghubungkan pelayanan pemerintah, fasilitas kesehatan, dan partisipasi masyarakat, UPKD/K memerlukan acuan kerja yang seragam agar dapat berjalan dengan cara yang sama di seluruh Indonesia. Pedoman inilah yang disusun oleh tim konsultan, termasuk kontribusi dari CPHI Universitas Udayana. Keterlibatan CPHI Universitas Udayana dalam penyusunan pedoman nasional ini menegaskan peran aktif CPHI dalam mendukung transformasi kebijakan kesehatan primer di Indonesia, sejalan dengan fokus riset dan inovasi kesehatan masyarakat yang selama ini dikembangkan oleh CPHI. Dokumentasi rangkaian acara Leimena Conference 2026, termasuk momen peluncuran pedoman ini, dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Kementerian Kesehatan RI: Link Youtube
2026-07-26
Denpasar, 26 Juli 2026 – Tim Peneliti Relational Wellbeing (RWB) Denpasar kembali melaksanakan Pertemuan Ketiga Participatory Action Research (PAR) sebagai bagian dari rangkaian penelitian mengenai perubahan iklim dan kesejahteraan relasional (Relational Wellbeing) pemuda di Kota Denpasar. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Center for Public Health Innovation (CPHI), Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana. Pertemuan ketiga difokuskan pada diskusi dan refleksi bersama terhadap hasil Photovoice yang telah dilakukan oleh para peserta. Sebagai co-researchers, peserta mempresentasikan foto-foto yang mereka dokumentasikan selama proses pengumpulan data serta menjelaskan makna di balik setiap foto berdasarkan pengalaman dan perspektif mereka. Melalui diskusi yang berlangsung secara partisipatif, peserta saling berbagi pandangan mengenai berbagai pengalaman yang berkaitan dengan perubahan iklim dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari. Proses ini tidak hanya memperkaya pemahaman bersama, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk merefleksikan pengalaman mereka dari aspek personal, sosial, dan lingkungan sesuai dengan kerangka Relational Wellbeing (RWB). Dalam sesi ini, tim peneliti berperan sebagai fasilitator yang mendorong proses dialog, refleksi, dan eksplorasi makna, sementara peserta menjadi aktor utama dalam menginterpretasikan hasil dokumentasi yang mereka hasilkan sendiri. Pendekatan ini merupakan salah satu prinsip utama Participatory Action Research (PAR), yaitu menghasilkan pengetahuan secara kolaboratif berdasarkan pengalaman hidup masyarakat. Diskusi hasil Photovoice juga menjadi tahapan penting dalam mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman para peserta. Berbagai refleksi yang diperoleh akan menjadi dasar dalam proses analisis partisipatif dan penyusunan langkah penelitian pada tahapan berikutnya. Melalui pertemuan ketiga ini, Tim Peneliti RWB Denpasar kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penelitian yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada aksi. Kolaborasi antara Center for Public Health Innovation (CPHI), Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya memperkuat bukti ilmiah, tetapi juga mendorong lahirnya solusi yang relevan bagi pemuda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
2026-07-12
Denpasar, 12 Juli 2026 – Tim Peneliti Relational Wellbeing (RWB) Denpasar kembali menyelenggarakan Pertemuan Kedua Participatory Action Research (PAR) sebagai lanjutan dari rangkaian penelitian mengenai hubungan antara perubahan iklim dan kesejahteraan relasional (Relational Wellbeing) pemuda di Kota Denpasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Center for Public Health Innovation (CPHI), Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana. Mengusung semangat kolaborasi dan partisipasi aktif, pertemuan kedua difokuskan pada proses co-creating research focus, yaitu menyusun fokus penelitian, merumuskan pertanyaan penelitian, serta merancang metode penelitian bersama para pemuda yang berperan sebagai co-researchers. Kegiatan diawali dengan sesi refleksi terhadap hasil diskusi pada pertemuan pertama. Bersama tim peneliti, peserta kembali mengulas berbagai isu prioritas perubahan iklim yang telah diidentifikasi sebelumnya serta mendiskusikan makna kesejahteraan (wellbeing) dari perspektif mereka sebagai orang muda. Refleksi ini menjadi dasar untuk memastikan bahwa penelitian dikembangkan berdasarkan pengalaman hidup (lived experiences) dan kebutuhan nyata yang dirasakan oleh peserta. Selanjutnya, peserta secara aktif berdiskusi untuk menyepakati fokus penelitian yang paling relevan dengan kondisi pemuda di Kota Denpasar. Berbagai gagasan yang muncul kemudian diterjemahkan menjadi pertanyaan penelitian yang mencerminkan pengalaman pemuda dalam memaknai kesejahteraan, memahami pengaruh perubahan iklim terhadap kehidupan mereka, serta mengidentifikasi strategi adaptasi dan ketangguhan yang dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan. Selain menyusun pertanyaan penelitian, peserta bersama tim peneliti juga merancang metode Participatory Action Research (PAR) yang akan digunakan pada tahapan berikutnya. Berbagai pendekatan partisipatif seperti photovoice, story circles, participatory mapping, dan wawancara partisipatif didiskusikan untuk menentukan metode yang paling sesuai dalam menggali pengalaman serta perspektif pemuda terkait perubahan iklim dan kesejahteraan relasional. Proses diskusi berlangsung secara interaktif dengan menempatkan seluruh peserta sebagai mitra sejajar dalam penelitian. Pendekatan ini memberikan ruang bagi setiap peserta untuk menyampaikan ide, pengalaman, serta rekomendasi yang akan menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses penelitian. Melalui pertemuan kedua ini, Tim Peneliti RWB Denpasar semakin memperkuat komitmennya untuk mengembangkan penelitian yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman hidup pemuda. Dengan melibatkan generasi muda sejak tahap perumusan fokus penelitian hingga penyusunan metode, diharapkan hasil penelitian tidak hanya menghasilkan bukti ilmiah yang kontekstual, tetapi juga mendorong lahirnya solusi dan aksi bersama dalam meningkatkan ketahanan pemuda menghadapi dampak perubahan iklim. Rangkaian kegiatan Participatory Action Research akan terus berlanjut pada tahap berikutnya, yaitu pengumpulan data partisipatif, di mana para pemuda akan mulai mendokumentasikan pengalaman mereka melalui metode yang telah disepakati bersama sebagai bagian dari proses penelitian.
2026-07-06
Denpasar – Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menerima kunjungan delegasi dari Can Tho University of Medicine and Pharmacy (CTUMP), Vietnam, pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai forum untuk mempererat hubungan antar institusi sekaligus menjajaki peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Rektor Can Tho University of Medicine and Pharmacy. Setelah itu, kedua institusi saling memperkenalkan profil kelembagaan sebagai dasar untuk membangun kerja sama yang lebih erat di masa mendatang. Pada kesempatan tersebut, PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana turut mempresentasikan berbagai kegiatan penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dikembangkan. Presentasi ini memberikan gambaran mengenai peran CPHI sebagai pusat unggulan riset kesehatan masyarakat yang berfokus pada pengembangan penelitian berbasis bukti (evidence-based research), inovasi kesehatan masyarakat, penguatan sistem kesehatan, serta kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional. Delegasi dari Can Tho University of Medicine and Pharmacy juga memaparkan profil institusi beserta berbagai program unggulan yang dimiliki. Sesi ini menjadi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling berbagi pengalaman dan mengidentifikasi potensi sinergi dalam pengembangan akademik maupun penelitian. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai peluang kerja sama yang mencakup kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa dan staf, pengembangan kapasitas akademik, penjaminan mutu, serta pengalaman dalam implementasi ASEAN University Network–Quality Assurance (AUN-QA). Diskusi berlangsung secara interaktif dengan semangat membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan antara Universitas Udayana dan Can Tho University of Medicine and Pharmacy semakin erat serta mampu menghasilkan berbagai kolaborasi strategis yang memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi di bidang kesehatan masyarakat. Kehadiran CPHI dalam forum ini juga menjadi wujud komitmen untuk terus memperluas jejaring internasional dan mendorong lahirnya riset kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun regional.
2026-07-05
Denpasar, 5 Juli 2026 – Tim Peneliti Relational Wellbeing (RWB) Denpasar melaksanakan Pertemuan Pertama Participatory Action Research (PAR) sebagai langkah awal dalam rangkaian penelitian mengenai hubungan antara perubahan iklim dan kesejahteraan relasional (Relational Wellbeing) pemuda di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Center for Public Health Innovation (CPHI), Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana. Pertemuan pertama ini bertujuan untuk membangun fondasi kepercayaan antara tim peneliti dan peserta, sekaligus memperkenalkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan pemuda sebagai co-researchers atau mitra peneliti. Melalui pendekatan ini, pemuda tidak hanya berperan sebagai responden, tetapi juga terlibat aktif dalam mengidentifikasi isu, merumuskan pertanyaan penelitian, menghasilkan data, hingga menyusun rekomendasi aksi berdasarkan pengalaman hidup mereka. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan penyusunan kesepakatan bersama guna menciptakan ruang diskusi yang aman, inklusif, dan saling menghargai. Suasana yang terbuka ini menjadi landasan penting agar setiap peserta dapat berbagi pengalaman dan pandangan secara nyaman selama proses penelitian berlangsung. Tim peneliti juga memperkenalkan tujuan penelitian serta menjelaskan peran penting peserta sebagai bagian dari proses riset yang bersifat kolaboratif. Selanjutnya, peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai isu perubahan iklim yang mereka hadapi di lingkungan sekitar melalui pendekatan lived experience mapping. Berbagai persoalan yang muncul kemudian didiskusikan bersama untuk memahami dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk pada aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, hubungan sosial, mata pencaharian, transportasi, dan akses terhadap berbagai sumber daya. Melalui sesi refleksi menggunakan perspektif Relational Wellbeing (RWB), peserta mengeksplorasi bagaimana perubahan iklim memengaruhi kehidupan mereka dari aspek personal, sosial, dan lingkungan. Diskusi ini memberikan ruang bagi pemuda untuk mendefinisikan kesejahteraan berdasarkan pengalaman mereka sendiri sekaligus memahami keterkaitan antara kondisi lingkungan, hubungan sosial, dan kualitas hidup. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim serta keinginan mereka untuk terlibat dalam menghasilkan solusi yang relevan bagi komunitas. Berbagai perspektif, pengalaman, dan gagasan yang muncul dalam pertemuan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan fokus penelitian dan metode partisipatif pada tahapan selanjutnya. Melalui rangkaian kegiatan Participatory Action Research (PAR) ini, Tim Peneliti RWB Denpasar berharap dapat menghasilkan penelitian yang tidak hanya memperkaya bukti ilmiah mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesejahteraan pemuda, tetapi juga mendorong lahirnya aksi kolektif yang berakar pada pengalaman dan kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi antara Center for Public Health Innovation (CPHI), Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana diharapkan mampu memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam membangun komunitas yang lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.
2026-07-03
Denpasar, 3 Juli 2026 – PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas publikasi ilmiah melalui penyelenggaraan Manuscript Development Bootcamp: From Draft to Journal Submission. Kegiatan yang berlangsung di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, ini diikuti oleh para peneliti tingkat menengah dan lanjut serta dosen yang tengah mempersiapkan manuskrip untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi. Publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperkuat reputasi akademik institusi. Namun, proses publikasi pada jurnal bereputasi masih menjadi tantangan bagi banyak peneliti, mulai dari mengidentifikasi research gap dan kebaruan penelitian, menyusun hasil dan pembahasan yang kuat, memilih jurnal yang tepat, hingga menghadapi proses peer review. Menjawab tantangan tersebut, CPHI menghadirkan Writing Clinic yang mengombinasikan penguatan konsep dengan pendampingan praktis berbasis manuskrip peserta. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala PUI-PT CPHI dan Perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa peningkatan kualitas publikasi ilmiah merupakan bagian dari strategi CPHI sebagai Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) dalam memperkuat kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan sistem kesehatan berbasis bukti. Materi pada Writing Clinic dibawakan oleh dua narasumber yang memiliki pengalaman luas dalam publikasi ilmiah internasional, yaitu dr. Luh Putu Lila Wulandari, Ph.D. dan Jerico Franciscus Pardosi, Ph.D. Pada sesi pertama dan kedua, dr. Luh Putu Lila Wulandari, Ph.D. membahas strategi mengidentifikasi state of the art, merumuskan research gap, membangun kebaruan penelitian (research novelty), serta menyusun bagian Introduction, Results, dan Discussion yang mampu menghasilkan argumentasi ilmiah yang kuat dan sistematis. Peserta juga diajak mendiskusikan berbagai contoh kasus untuk memperkuat kualitas manuskrip yang sedang mereka kembangkan. Selanjutnya, Jerico Franciscus Pardosi, Ph.D memandu sesi mengenai strategi memilih jurnal yang tepat sesuai ruang lingkup penelitian, memahami karakteristik jurnal bereputasi, serta langkah-langkah untuk meminimalkan risiko desk rejection. Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses peer review, teknik menyusun tanggapan terhadap reviewer (response to reviewers), strategi revisi manuskrip, hingga pembahasan kasus nyata berdasarkan manuskrip yang dibawa oleh peserta. Melalui pendekatan yang interaktif, setiap peserta tidak hanya memperoleh materi konseptual, tetapi juga kesempatan untuk mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam proses penulisan dan publikasi. Pendampingan berbasis manuskrip nyata memungkinkan peserta mendapatkan masukan yang lebih spesifik sehingga dapat meningkatkan kesiapan manuskrip sebelum dikirim ke jurnal tujuan. Sebagai Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT), CPHI Universitas Udayana terus berkomitmen membangun ekosistem riset yang unggul melalui berbagai program peningkatan kapasitas peneliti. Melalui penyelenggaraan Writing Clinic ini, CPHI berharap semakin banyak karya ilmiah berkualitas yang berhasil dipublikasikan pada jurnal bereputasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan, serta sistem kesehatan di Indonesia maupun tingkat global. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan dalam memperkuat budaya publikasi ilmiah di lingkungan Universitas Udayana dan jejaring mitra CPHI, sehingga hasil-hasil penelitian dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
2026-06-30
Tokyo – Tim Peneliti PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana kembali menunjukkan kiprahnya di forum ilmiah internasional. Gede Benny Setia Wirawan, peneliti PUI-PT CPHI Universitas Udayana yang sedang menempuh studi doktoral di Kirby Institute, UNSW Sydney, berhasil terpilih untuk mempresentasikan sebagai Guided Poster Presentation pada Asia-Pacific AIDS & Co-Infections Conference (APACC) 2026 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang. Penelitian yang berjudul "Predictors of HIV Stigma and Discrimination in Indonesian Healthcare Settings: A National Survey" merupakan hasil kolaborasi antara PUI-PT CPHI Universitas Udayana, Kirby Institute UNSW Sydney, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, UNAIDS Indonesia, serta berbagai mitra lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV) di fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya dilakukan pada lingkup daerah, studi ini menggunakan data survei nasional untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai determinan stigma dan diskriminasi di lingkungan pelayanan kesehatan. Survei dilaksanakan pada periode Oktober 2023 hingga Januari 2024 dengan melibatkan 2.198 responden dari 321 fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% responden masih memiliki sikap stigma terhadap ODHIV, sementara 36,8% tenaga kesehatan melaporkan praktik diskriminatif dalam pemberian layanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengalaman bekerja dalam layanan HIV berhubungan dengan tingkat stigma dan diskriminasi yang lebih rendah, sedangkan faktor sosial dan struktural di tingkat wilayah berperan penting dalam membentuk kedua fenomena tersebut. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta pembentukan budaya pelayanan yang inklusif dan bebas diskriminasi. Bukti ilmiah yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan strategi nasional dalam mengurangi stigma terhadap ODHIV sekaligus meningkatkan kualitas layanan HIV di Indonesia. Terpilihnya penelitian ini sebagai Guided Poster Presentation pada APACC 2026 merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan oleh tim peneliti PUI-PT CPHI Universitas Udayana bersama para mitra kolaborasi. Partisipasi tersebut sekaligus menjadi wujud kontribusi akademisi Indonesia dalam forum ilmiah internasional untuk mendukung pengembangan kebijakan dan praktik pelayanan HIV yang berbasis bukti. Tim Peneliti Gede Benny Setia Wirawan Ni Kadek Sudastri Brigitta Dhyah Kunthi Wardhani Ngakan Putu Anom Harjana Betty Oktaviana Kadek Darmawan Komang Ayu Kartika Sari Pratono Elis Widen Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH.
2026-06-30
Denpasar, 30 Juni 2026 — PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI), Universitas Udayana menerima kunjungan tim 1000 Days Fund dalam rangka membahas peluang kolaborasi penelitian strategis yang berfokus pada penguatan sistem kesehatan masyarakat di Indonesia Timur. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk menyinergikan keahlian akademik dan pengalaman implementasi program kesehatan masyarakat dalam menghasilkan bukti ilmiah (evidence) yang dapat mendukung penyusunan kebijakan dan pengembangan program kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan. 1000 Days Fund merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pencegahan stunting melalui penguatan sistem kesehatan masyarakat, pemberdayaan tenaga kesehatan komunitas, serta pendekatan berbasis bukti untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Organisasi ini juga membuka berbagai kolaborasi riset terapan guna memperkuat sistem kesehatan masyarakat di Indonesia. Dalam diskusi yang berlangsung di CPHI Universitas Udayana, kedua belah pihak mengeksplorasi berbagai peluang penelitian yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan komunitas, implementasi program kesehatan berbasis masyarakat, serta pengembangan rekomendasi kebijakan berbasis data untuk wilayah Indonesia Timur. Sebagai pusat unggulan perguruan tinggi yang berfokus pada inovasi kesehatan masyarakat, CPHI Universitas Udayana terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna menghasilkan penelitian yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kemitraan strategis ini, CPHI berharap dapat berkontribusi dalam menghasilkan evidence berkualitas yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data sekaligus memperkuat sistem kesehatan masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara institusi akademik dan organisasi pembangunan seperti 1000 Days Fund diharapkan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan inovasi kesehatan masyarakat yang mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
2026-06-14
Denpasar, 14 Juni 2026 – Tim Peneliti Relational Wellbeing (RWB) Denpasar yang merupakan kolaborasi antara Center for Public Health Innovation (CPHI), Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) sebagai langkah awal dalam mempersiapkan implementasi penelitian berbasis Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini diikuti oleh tim peneliti dan fasilitator yang akan mendampingi keterlibatan pemuda sebagai co-researcher dalam penelitian yang berfokus pada hubungan antara perubahan iklim dan relational wellbeing (kesejahteraan relasional) generasi muda. Melalui pendekatan PAR, pemuda tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam mengidentifikasi isu, merumuskan pertanyaan penelitian, menghasilkan data, hingga menyusun rekomendasi aksi. Training of Trainers bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kapasitas tim dalam menerapkan metode penelitian yang partisipatif, inklusif, dan sensitif terhadap konteks lokal. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep Relational Wellbeing (RWB), prinsip-prinsip dasar Participatory Action Research, serta berbagai metode partisipatif yang akan digunakan dalam penelitian, seperti lived experience mapping, photovoice, story circle, dan teknik fasilitasi dialog kolaboratif. Selain memperdalam aspek metodologis, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan proses penelitian yang menghargai pengalaman hidup pemuda dan mendorong lahirnya solusi yang relevan dengan kebutuhan komunitas. Kolaborasi antara CPHI, Kolaborasi Bumi, dan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Udayana diharapkan dapat memperkuat pendekatan multidisiplin dalam memahami dampak perubahan iklim terhadap kehidupan pemuda, baik dari aspek sosial, kesehatan, lingkungan, maupun kesejahteraan relasional. Melalui penyelenggaraan ToT ini, tim peneliti optimis bahwa proses penelitian yang akan berlangsung dapat menghasilkan pengetahuan yang lebih kontekstual sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam membangun ketahanan komunitas terhadap tantangan perubahan iklim.
2026-06-13
Tokyo, Jepang – Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH. akan berpartisipasi sebagai pembicara pada Session 3: Delivery of HIV Care dalam kegiatan "Closing the Gap: Negating the Red Queen Effect 2026", yang merupakan official pre-meeting dari Asia-Pacific AIDS & Co-Infections Conference (APACC) 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan bagi para akademisi, peneliti, klinisi, pembuat kebijakan, dan pemimpin komunitas dari berbagai negara untuk mendiskusikan tantangan serta inovasi dalam penguatan upaya pencegahan, pengobatan, dan pelayanan HIV di kawasan Asia-Pasifik. Sebagai bagian dari rangkaian APACC 2026, forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional dan mendorong pertukaran pengetahuan berbasis bukti dalam respons terhadap epidemi HIV yang terus berkembang. Pada kesempatan tersebut, Prof. Januraga akan menyampaikan materi berjudul "National HIV Strategies in Indonesia, Particularly Related to Increase PrEP Update" Presentasi ini akan mengulas perkembangan strategi nasional penanggulangan HIV di Indonesia, khususnya terkait upaya peningkatan akses dan implementasi Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) sebagai salah satu intervensi pencegahan HIV yang efektif dan berbasis bukti. Selain membahas perkembangan kebijakan dan program di Indonesia, materi yang disampaikan juga diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai praktik baik dalam penguatan layanan HIV, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam mempercepat pencapaian target eliminasi HIV. Keikutsertaan Prof. Januraga dalam forum internasional ini mencerminkan kontribusi aktif akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat di tingkat global. Partisipasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kerja sama internasional dalam mendorong inovasi serta pengembangan kebijakan yang responsif terhadap tantangan HIV di masa depan. Kegiatan "Closing the Gap: Negating the Red Queen Effect 2026" akan diselenggarakan pada 17 Juni 2026 di Tokyo, Jepang, sebagai bagian dari rangkaian menuju APACC 2026. Untuk informasi mengenai program dan agenda kegiatan, silakan mengunjungi laman resmi penyelenggara: Closing the Gap 2026
2026-06-05
Jimbaran, Bali – PUI-PT CPHI (Center for Public Health Innovation) Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Training and Mentoring in Grant Writing and Grant Management for International Grants sebagai upaya memperkuat kapasitas institusi dalam mengakses dan mengelola hibah internasional secara profesional dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat CPHI, Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana ini diikuti oleh tim internal PUI-PT CPHI serta para konsultan yang terlibat dalam pengembangan riset, program, dan manajemen hibah. Pelatihan dirancang secara interaktif dengan mengombinasikan sesi pemaparan materi, diskusi, berbagi pengalaman, serta lokakarya penyusunan proposal. Dalam era meningkatnya peluang pendanaan internasional di bidang kesehatan, penelitian, pendidikan, dan pengembangan program sosial, kemampuan untuk menyusun proposal yang kompetitif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan institusi. Tidak hanya berfokus pada penyusunan proposal, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai strategi membangun kolaborasi, membaca call for proposal, menyusun anggaran, serta prinsip-prinsip dasar pengelolaan hibah sesuai standar lembaga donor internasional. Pelatihan menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman luas dalam pengembangan dan pengelolaan hibah internasional, yaitu Katrina Lawson dan Prof. Raph Hamers, yang membagikan wawasan mengenai manajemen riset, pembangunan ekosistem penelitian yang berkelanjutan, hingga strategi meningkatkan peluang keberhasilan dalam memperoleh pendanaan internasional. Selain itu, sesi lokakarya juga difasilitasi oleh tim CPHI Universitas Udayana untuk mengidentifikasi peluang pendanaan yang relevan dan menyusun langkah strategis pengembangan proposal. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai lanskap hibah internasional, mengembangkan proposal yang berkualitas, serta memahami tata kelola hibah yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan standar donor. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan berbagai luaran strategis, seperti peta jalan peluang hibah internasional, daftar prioritas pendanaan, pengembangan internal grant toolkit, serta rancangan awal proposal yang siap dikembangkan lebih lanjut. Ketua PUI-PT CPHI Universitas Udayana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen CPHI untuk memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. Dengan meningkatnya kapasitas sumber daya manusia dalam bidang grant writing dan grant management, diharapkan akan semakin banyak kolaborasi riset dan program inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat. Ke depan, CPHI Universitas Udayana akan terus mengembangkan program-program peningkatan kapasitas yang mendukung ekosistem riset dan inovasi, sekaligus memperluas jejaring kemitraan global dalam rangka menghasilkan penelitian dan program yang berdampak bagi masyarakat luas.
2026-05-04
Denpasar — PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Aset dan Pengembangan Model Bisnis Fasilitas Wolbachia Boot Camp GROW 2026 pada Senin, 4 Mei 2026 di Four Star Hotel, Denpasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan keberlanjutan fasilitas Wolbachia melalui optimalisasi aset, pengembangan layanan, serta penyusunan model bisnis yang mendukung keberlanjutan operasional dan pendanaan di lingkungan CPHI Universitas Udayana. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar oleh tim CPHI, kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia oleh Dr. Sang Gede Purnama, S.KM., M.Sc. yang juga memaparkan kondisi eksisting fasilitas dan aset Wolbachia. Paparan ini memberikan gambaran mengenai potensi pemanfaatan fasilitas, tantangan keberlanjutan program, serta peluang pengembangan layanan dan kolaborasi di masa mendatang. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua CPHI Universitas Udayana, Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH., yang menekankan pentingnya penguatan hilirisasi inovasi kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan aset dan fasilitas riset secara berkelanjutan. Dalam sambutannya, beliau juga menyoroti pentingnya membangun model pengelolaan yang adaptif agar fasilitas Wolbachia dapat terus berkembang sebagai pusat inovasi, penelitian, dan layanan kesehatan masyarakat. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas Wolbachia sebagai bagian dari penguatan riset dan inovasi di lingkungan Universitas Udayana, sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset penelitian agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pengembangan institusi. FGD ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan pengembangan strategi keberlanjutan pasca berakhirnya dukungan program eksternal, sekaligus untuk memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan aset Wolbachia yang telah dibangun melalui kolaborasi sebelumnya. Selain sebagai sarana penelitian, fasilitas Wolbachia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai basis layanan, dukungan teknis, hingga pengembangan produk berbasis riset dan teknologi kesehatan masyarakat. Pada sesi berikutnya, peserta membahas berbagai aspek strategis, mulai dari klasifikasi dan pemetaan aset, identifikasi potensi pemanfaatan aset untuk kegiatan riset, produksi, dan layanan, hingga peluang komersialisasi dan kerja sama. Selain itu, peserta juga mendiskusikan pengembangan model layanan, kebutuhan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung, serta penyusunan komponen awal business plan sebagai dasar pengembangan dan pencarian sumber pendanaan ke depan. Aspek operasional dan biosafety turut menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Diskusi mencakup kebutuhan penyusunan dan penyesuaian standar operasional prosedur (SOP) agar pemanfaatan fasilitas tetap berjalan sesuai prinsip keamanan dan regulasi yang berlaku. Hal ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan fasilitas secara produktif, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan arah strategis pengembangan fasilitas Wolbachia di lingkungan Universitas Udayana. Hasil diskusi selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan dokumen lanjutan, termasuk business plan, penguatan sistem operasional, serta strategi pengembangan layanan dan kolaborasi di masa mendatang.
2026-05-02
Denpasar, 2 Mei 2026, PUI-PT CPHI Universitas Udayana bersama Kolaborasi Bumi telah melaksanakan kegiatan sosialisasi rencana penelitian kepada mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD), bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) FK UNUD. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan rencana penelitian yang berfokus pada keterkaitan antara perubahan iklim dan kesejahteraan anak muda, serta membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam proses penelitian partisipatif yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahun ke depan. Dalam sosialisasi ini, tim peneliti memaparkan latar belakang penelitian, tujuan, serta pendekatan yang digunakan, yaitu Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan anak muda sebagai bagian aktif dalam proses penelitian. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi interaktif antara mahasiswa dan tim peneliti. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan tanggapan terkait isu perubahan iklim, kesehatan, serta peran generasi muda dalam menghadapi tantangan tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesejahteraan, tetapi juga terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam penelitian yang berorientasi pada solusi dan aksi nyata di tingkat komunitas. CPHI dan Kolaborasi Bumi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya HMKM FK UNUD dan mahasiswa yang telah berpartisipasi. Ke depan, diharapkan kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam mendorong keterlibatan anak muda dalam upaya peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim.
2026-04-16
Telah dilaksanakan rapat teknis penyusunan Participatory Action Research (PAR) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan riset kolaboratif yang melibatkan partisipasi aktif anak muda. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam memastikan proses penelitian berjalan terarah, inklusif, dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Pertemuan ini difokuskan sebagai ruang koordinasi antar mitra untuk menyamakan persepsi, memperkuat rancangan kegiatan, serta menyusun strategi implementasi penelitian berbasis partisipasi. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dipilih karena menempatkan peserta penelitian, dalam hal ini anak muda, sebagai bagian penting dari proses penciptaan pengetahuan sekaligus agen perubahan sosial. Rapat dihadiri oleh seluruh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Udayana (UNUD), Institut Teknologi Bandung (ITB), SPEAK Semarang, SPEAK Jakarta, serta Kolaborasi Bumi. Kehadiran berbagai institusi ini menunjukkan kuatnya komitmen lintas sektor dalam membangun riset yang kolaboratif dan responsif terhadap isu-isu strategis yang dihadapi generasi muda. Melalui diskusi yang berlangsung, para peserta membahas kerangka pelaksanaan kegiatan, metode pelibatan peserta muda, strategi pengumpulan data, hingga mekanisme tindak lanjut hasil penelitian agar dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan temuan yang berangkat langsung dari pengalaman hidup anak muda, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika sosial di sekitarnya. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas riset sekaligus menghadirkan ruang aman dan bermakna bagi anak muda untuk menyuarakan perspektif, kebutuhan, dan solusi mereka. Dengan demikian, penelitian tidak hanya menghasilkan data, tetapi juga mendorong perubahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, para mitra menegaskan komitmen bersama untuk terus mengembangkan riset partisipatif yang berpusat pada masyarakat serta mendukung penguatan kapasitas generasi muda sebagai aktor penting dalam menjawab tantangan masa depan.
2026-04-09
PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana mengapresiasi capaian dan kontribusi Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH., dalam mendorong pengembangan riset kesehatan masyarakat yang inklusif, khususnya dalam bidang HIV dan penguatan sistem kesehatan di Indonesia. Perjalanan Prof. Pande di bidang kesehatan masyarakat berawal dari pengalaman klinis sebagai dokter, yang kemudian membawanya pada pemahaman bahwa tantangan kesehatan tidak hanya berada pada tingkat individu, tetapi juga pada sistem yang lebih luas, termasuk akses layanan, kebijakan, dan ketimpangan kesehatan di masyarakat. Kesadaran ini mendorongnya untuk mendalami kesehatan masyarakat dan mengembangkan pendekatan berbasis bukti serta berorientasi pada komunitas. Sejak awal kariernya, Prof. Pande aktif terlibat dalam berbagai program riset internasional, termasuk pelatihan penelitian epidemiologi di Kirby Institute, University of New South Wales (UNSW). Keterlibatan ini berkontribusi pada salah satu studi awal mengenai epidemiologi HIV di Provinsi Bali yang menunjukkan dinamika perubahan prevalensi pada berbagai populasi kunci. Temuan tersebut memberikan dasar penting dalam pengembangan strategi pencegahan yang lebih terarah dan berbasis data. Dalam perjalanan akademiknya, Prof. Pande juga menempuh pendidikan Doctor of Public Health (DrPH) di Flinders University dengan dukungan beasiswa kompetitif. Jejaring kolaborasi yang dibangun selama studi internasional tersebut terus berkembang dan menjadi fondasi penting dalam berbagai penelitian dan program yang dipimpinnya hingga saat ini. Salah satu kontribusi signifikan beliau adalah keterlibatan dalam SeKSI Study (National Sexual Health Survey of Indonesia) yang menjadi studi penting dalam memahami perilaku dan tantangan kesehatan pada kelompok populasi kunci, termasuk laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (MSM) dan perempuan transgender. Studi ini menghasilkan wawasan kritis terkait tingginya prevalensi HIV serta tantangan stigma dan diskriminasi, yang kemudian menjadi dasar penguatan strategi intervensi yang lebih inklusif di Indonesia. Sebagai akademisi dan pemimpin, Prof. Pande dikenal sebagai salah satu profesor termuda di bidang kesehatan masyarakat di Indonesia. Di Universitas Udayana, beliau memimpin Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan serta turut berperan dalam penguatan tata kelola akademik dan layanan kesehatan. Selain itu, melalui kepemimpinannya di CPHI, berbagai inisiatif riset terapan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan dan terstigma. Kontribusi Prof. Pande dalam bidang riset juga tercermin dari lebih dari 180 publikasi ilmiah yang mencakup epidemiologi, model layanan berbasis komunitas, serta penguatan sistem kesehatan. Beberapa hasil penelitiannya bahkan turut berkontribusi dalam pengembangan kebijakan nasional, termasuk strategi test-and-treat HIV di Indonesia. Selain di bidang akademik, beliau juga aktif berkontribusi dalam penyusunan kebijakan melalui keterlibatan dalam panel ahli Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta berbagai kerja sama dengan organisasi internasional seperti UNAIDS dan DFAT dalam pengembangan inovasi layanan HIV, termasuk penguatan sistem self-testing dan layanan PrEP berbasis komunitas. Melalui berbagai peran tersebut, Prof. Pande terus mendorong pentingnya kolaborasi lintas sektor, pendekatan multidisiplin, serta keterlibatan komunitas dalam setiap tahapan riset kesehatan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, CPHI Universitas Udayana berkembang sebagai pusat inovasi kesehatan masyarakat yang berfokus pada solusi berbasis bukti dan berdampak nyata. Ke depan, penguatan kolaborasi internasional tetap menjadi bagian penting dari arah pengembangan CPHI, termasuk kerja sama berkelanjutan dengan institusi seperti Kirby Institute UNSW dalam bidang riset, pendidikan, dan pengembangan kapasitas. Artikel ini diadaptasi dari publikasi resmi Australia Awards. Untuk membaca artikel lengkap, silakan kunjungi tautan berikut: 👉 https://australiaawardsindonesia.org/news/detail/244000856/